Interaksi sosial disosiatif mungkin bisa dihindari masyarakat karena mampu menyebabkan perpecahan. Berbeda dengan hal itu, ada interaksi sosial asosiatif yang mampu menciptakan persatuan dan kerja sama di antara masyarakat.
Tahukah anda pengertian dari interaksi sosial disosiatif itu apa? Barangkali kata disosiatif ini jarang didengar, tetapi ini merupakan bagian dari interaksi sosial. Ya, interaksi sosial memiliki dua jenis, yaitu asosiatif dan disosiatif. Namun, sebelum membahas lebih lanjut tentang disosiatif, kalian perlu mengetahui terlebih dahulu pengertian dari interaksi sosial.
Secara umum, pengertian interaksi sosial adalah hubungan yang timbal balik antara individu satu dengan individu lain maupun kelompok, atau kelompok satu dengan kelompok lain.
Ciri-Ciri Interaksi Sosial
Sebelum mengetahuinya bentuk-bentuk interaksi sosial, perlu diketahui juga beberapa ciri-cirinya. Berikut ciri-ciri interaksi sosial.
- Jumlah pelaku lebih dari satu orang, hal ini karena interaksi membutuhkan aksi dan reaksi.
- Adanya komunikasi menggunakannya simbol-simbol tertentu. Simbol yang paling umum digunakan untuk berkomunikasi adalah bahasa. Satu hal yang perlu diperhatikan adalah simbol yang disampaikan harus dipahami oleh pihak-pihak yang berkomunikasi agar komunikasi tersebut berjalan lancar.
- Dalam interaksi sosial juga ada dimensi waktu, yaitu masa lalu, masa kini, dan masa depan. Hal ini berarti dalam setiap interaksi sosial ada konteks waktu yang menentukan batasan dari interaksi tersebut.
- Adanya tujuan yang ingin dicapai. Tujuan tersebut dapat menentukan apakah interaksi akan mengarah kepada kerja sama atau mengarah kepada pertentangan.
Bentuk Interaksi Sosial Disosiatif
1. Persaingan atau Kompetisi
Persaingan adalah proses sosial ketika individu atau kelompok berusaha mengalahkannya pihak lain untuk meraih keuntungan tanpa menggunakan ancaman atau kekerasan. Persaingan dapat terjadi di lingkup sekolah hingga pekerjaan. Contoh, siswa bersaing dengan teman-teman sekolah untuk meraih prestasi.
Dalam kasus yang lebih luas, persaingan dapat muncul dalam aspek yang lebih jauh, seperti persaingan ekonomi, persaingan budaya, persaingan kedudukan dan peran, bahkan juga ras.
2. Kerjasama (cooperation)
Kerjasama adalah bentuk utama dari proses interaksi sosial, karena pada dasarnya,interaksi sosial yang dilakukan oleh seseorang bertujuan untuk memenuhi kepentingan atau kebutuhan bersama. Sebagai contoh dalam kegiatan ekonomi, kita dapat mengamati berbagai kegiatan produksi, konsumsi, dan distribusi. Koperasi Sekolah, PT, dan CV, merupakan contoh kerjasama dalam interaksi asosiatif.
3. Kontravensi
Meskipun terasa asing, tapi bisa dipastikan kamu pernah melakukan kontravensi. Kontravensi merupakan suatu perasaan tidak suka yang disembunyikan.
4. Konflik
Konflik yaitu interaksi sosial yang terjadi akibat dari adanya perpecahan. Konflik dapat terjadi karena adanya berbagai perbedaan yang mempengaruhinya kehidupan sosial, misalnya perbedaan budaya, ras, hingga sifat.Konflik juga terjadi pada setiap orang dan kelompok memiliki kepentingan yang berbeda-beda. Contoh konflik misalnya terjadinya perbedaan pendapat antarindividu yang merusak hubungan pertemanan. Salah satu cara mengatasi konflik adalah kedua belah pihak yang mengalami konflik saling menguranginya ketegangan untuk mencari pemecahan masalah.
5. Asimilasi
Asimilasi adalah usaha-usaha untuk meredakannya perbedaan antarindividu atau antar kelompok guna mencapai satu kesepakatan berdasarkan kepentingan dan tujuan-tujuan bersama. Suatu kondisi ini dapat terjadi dimana suatu pembauran dua kebudayaan yang disertai dengan hilangnya ciri khas kebudayaan asli dan menghasilkan kebudayaan baru.








