FISIP UMSU | Sebanyak 19 dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Sumatera (FISIP UMSU)  menjadi pembicara dalam Konferensi Internasional bertema “Tantangan Budaya, Bahasa, dan Sastra Melayu di Era Disrupsi” yang dilaksanakan UMSU dan Universitas Pendidikan Sultan Idris (UPSI), Perak, Malaysia , Rabu-Kamis (29-30/1).

Makalah yang dipresentasikan para dosen FISIP berasal dari hasil penelitian lapangan dan telaah pustaka sesuai dengan disiplin ilmu komunikasi, kesejahteraan sosial, dan ilmu administrasi publik dan mengaitkannya dengan kajian-kajian budaya.

“Para dosen FISIP memang selalu aktif dalam setiap kegiatan ilmiah, termasuk menjadi pembicara dalam seminar ilmiah, baik lokal, nasional, maupun internasional. Selain menunjukkan iklim akademis yang semakin tumbuh dan berkembang, peran sebagai pembicara ini juga menjadi wujud pertanggungjawaban keilmuan para dosen kepada publik,” ujar Dekan FISIP, Dr. Arifin Saleh, S.Sos, MSP di sela-sela pelaksanaan seminar internasional.

Menurut Arifin, aktivitas dosen FISIP seperti ini tidak hanya bermanfaat secara pribadi bagi masing-masing dosen, tetapi juga akan memberi kontribusi kepada pengembangan institusi, baik di tingkat program studi maupun di tingkat perguruan tinggi.

“Ini juga bagian dari eksistensi sekaligus membawa nama baik prodi dan UMSU secara kelembagaan. Kita berterima kasih kepada Rektorat yang sudah memfasilitasi kegiatan ini,” tambah Arifin.

Ke 19 dosen yang menjadi Pembicara itu adalah  Dr. Rudianto, Dr. Yan Hendra, Dr. Arifin Saleh, Dr. Leylia Khairani, Rahmanita Ginting, PhD, Dr. Puji Santoso, Mujahiddin, MSP, Nalil Khairiah, MPd, Nurhasanah Nasution, M.IKom, Yurisna Tanjung, MAP, Akhyar Anshari, M.IKom, Dedi Amrizal, M.Si,  Jehan Ridho, M.Si, Sahran Sahputra, M.Si, Muhammad Said Harahap, M.IKom, Fadhil Pahlevi, M.IKom,  Sigit Hardiyanto, M.IKom, Ananda Mahardika, MSP, dan Muhammad Thoriq, M.IKom.

Para dosen FISIP menjadi pembicara bersama puluhan dosen lainnya yang berasal dari UMSU dan perguruan tinggi yang ada di Sumatera Utara dan Malaysia. Mereka antusias dalam mengikuti kegiatan tersebut . Ini terlihat dari keaktifan saat mendengar paparan para keynote speaker yang digelar sebelum pemaparan makalah para dosen.

Sebelumnya, selain pembicara dari Medan dan Yogyakarta, seminar internasional ini juga menghadirkan beberapa Pembicara Kunci dari Malaysia, Singapura, Kamboja, dan Thailand. Dalam kesempatan itu, UMSU juga melakukan penandatangan MoU atau Perjanjian Kerja Sama dengan UPSI, Perak Malaysia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *