Kabupaten Batu Bara merupakan Kabupaten  hasil pemekaran dari Kabupaten Asahan yang beribukota di Kecamatan Limapuluh. Kabupaten ini diresmikan pada tanggal 15 Juni 2007. Sejak 1 dasawarsa lahirnya Kabupaten Batubara, pembanguan mengalami berbagai peningkatan di berbagai sektor. Potensi sumber daya alam seperti kelautan dan industri menjadi sumber penting dikembangkan sejalan dengan visi nawacita.

Oleh sebab itu, dengan diresmikannya Kuala Tanjung menjadi kawasan ekonomi khusus, memberi peluang Kabupaten Batubara untuk lebih maju. Tentu saja hal ini harus didukung oleh kapasitas kelembagaan, tata kelola yang baik, dan infra struktur yang mampu mendukung kemajuan ekonomi, industri dan potensi lain di kabupaten ini.

studi-ekskursi-prodi-ian-fisip-umsu-ke-batubara

Prodi IAN Jalani Rute Presiden Indonesia di KEK Sei Mangke

Untuk dapat memberikan pengetahuan mahasiswa tentang penguatan kapasitas kelembagaan dalam pengelolaan dalam pengelolaan ekonomi kelautan dan industri khususnya di Kabupaten Batu Bara, Program Studi Ilmu Administrasi Negara (Prodi IAN) melakukan studi ekskursi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kuala Tanjung, Sei Mangke Kabupaten Batu Bara.

“Jadi pada kunjungan atau studi ekskursi di Kabupaten Batu Bara ini kami berharap dapat memberikan penambahan pengetahuan kepada mahasiswa tentang penguatan kapasitas kelembagaan dalam pengelolaan ekonomi kelautan dan industri. Selain itu, juga memberikan pengetahuan kepada mahasiswa tentang kesiapan infrastruktur KEK Sei Mangke dalam pengembangan dan pengelolaan ekonomi kelautan dan industri,” ungkap Ketua Program Studi Ilmu Administrasi Negara, Nalil Khairiah.

Menurut Nalil, kunjungan ini sangat penting dilakukan mengingat Kabupaten Batu Bara mengalami peningkatan pembangunan dari berbagai sektor. Apalagi dengan diresmikannya Kuala Tanjung menjadi Kawasan Ekonomi Khusus, semakin memberikan peluang Kabupaten Batu Bara untuk lebih maju.

“Sehingga penting bagi kita untuk melihat kapasitas kelembagaan, tata kelola yang baik, dan infrastruktur yang mampu mendukung kemajuan ekonomi, industri dan potensi lain di kabupaten ini,” ujarnya.

Lebih lanjut Nalil mengatakan ada banyak manfaat yang dirasakan dari hasil kunjungan ke KEK Kuala Tanjung Sei Mangke di antaranya; membuka wawasan mahasiswa terhadap serapan tenanga kerja di daerah khususnya batu bara. Sehinga pola pikir mahasiswa tidak lagi hanya berorientasi pada lapangan pekerjaan yang ada di kota.

“Dari kunjungan ini kita tau jika lapangan kerja di daerah sangat pontensial sehingga tidak hanya berorientasi diperkotaan saja. Apalagi hasil dari pemaparan Bapeda Kabupaten Batu Bara diketahui dengan adanya pembukaan industri ekonomi kelautan dan pelabuhan akan membuka lebih kurang 350.000 tenaga kerja dan itu untuk tahap pertama saja,” jelasnya.

Yang paling menarik menurut Nalil pada kunjungan kali ini adalah rute perjalanan yang dilalui oleh Prodi IAN selama di KEK Sei Mangke adalah rute perjalanan yang dilalui oleh Presiden Republik Indonesia.

“Jadi belum ada orang yang masuk ke KEK Sei Mangke selain Presiden Republik Indonesia dan Mahasiswa IAN UMSU bersama rombongan. Jadi ini merupakan satu kebanggaan bagi kami secara institusional,” ujarnya.

Perlu diketahui, studi ekskursi Program Studi Ilmu Administrasi Negara pada tanggal 17 Oktober 2016 lalu diikuti oleh 50 orang mahasiswa dan 5 orang dosen pendamping. Terut hadir pada studi ekskursi ini adalah Wakil Rektor III UMSU Rudianto, Dekan FISIP UMSU Tasrif Syam, Wakil Dekan 1 FISIP UMSU Zulfahmi Ibnu, Ketua Program Studi IAN Nalil Khairiah dan Seketaris Program Studi IAN Ananda Mahardika.

Kedatangan Rombongan dari Prodi IAN ini disambut langsung oleh Bupati Kabupaten Batu Bara; OK. Arya Zulkarnain, S.H, M.M dan sembilan SKPD Kabupaten Batu Bara yaitu; Dinas P.U, Bapeda, Dinas Perternakan, Badan Ketahanan Pangan, Dinas Kehutanan dan Perkebunan, Dinas Pendapatan, Dinas Pendidikan dan Dinas Pertanian.

Manfaat Yang Dihasilkan dari Studi Ekskursi Prodi IAN

  1. Membuka wawasan mahasiswa terhadap serapan tenaga kerja di Kabupaten Batu Bara. Hal ini menunjukkan bahwa peluang lapangan kerja di daerah juga sangat pontensial, tidak hanya diperkotaan saja.
  2. Pentingnya kedekatan Pemda dengan institusi pendidikan khususnya dalam memberikan pandangan dan kajian-kajian terkait prioritas pembangunan dan peluang tenaga kerja lokal khususnya bagi wilayah-wilayah yang menjadi arus investasi asing
  3. Hasil studi ekskursi ini juga menunjukkan bahwa Pemda Kabupaten Batu Bara melakukan pemberdayaan terhadap anak-anak nelayan dengan memberikan beasiswa pendidikan. Beberapa diantara anak-anak nelayan tersebut ada yang di sekolahkan secara khusus di bidang kelautan dan ada juga yang di bidang transportasi darat.
  4. Kabupaten Batu Bara memiliki potensi untuk menjadi kota yang mirip seperti Singapura. Hal ini dikarenakan Kabupaten Batu Bara merupakan kota yang menjadi jalur dagang internasional.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *